bagaimana cara mengatasi disfungsi ereksi

Disfungsi Ereksi

Disfungsi ereksi mungkin jarang terdengar dan dikenal oleh masyarakat awam, karena istilah impotensi lebih kental dan cenderung sering digelorakan. Lihat saja iklan rokok! Pada bagian kemasannya, pihak perusahaan juga mengimbau untuk tidak merokok karena bisa menyebabkan impotensi dan gangguan kehamilan.

Pernyataan tersebut memang benar, sebab impotensi atau disfungsi ereksi terjadi disebabkan oleh banyak faktor. Seperti berikut:

Faktor Penyebab Disfungsi Ereksi

  1. Konsumsi alkohol
    Konsumsi alkohol juga bisa menyebabkan impotensi karena kandungan dalam cairan tersebut mampu merusak sel-sel dalam tubuh, bahkan merusak jaringan tertentu.
  2. Merokok
    Merokok atau mengisap tembakau juga mampu menyebabkan disfungsi ereksi. Hal itu karena zat dalam rokok mampu menghambat bahkan menahan pembuluh darah dalam tubuh sehingga tabung pada penis sebagai jalannya aliran darah pun juga menjadi tidak lancar.
  3. Pengaruh obat-obatan
    Obat-obatan seperti anti depresi, penurun tekanan darah tinggi, obat tidur yang dikonsumse berlebih mampu membuat disfungsi ereksi secara perlahan-lahan.
  4. Testosteron yang rendah dan menderita banyak penyakit, termasuk diabetes

Penyebab di atas hanyalah segelintir peristiwa yang kerap menimpa penderita impotensi di Indonesia. Sebab, memang sering ditemukan banyak pria harus melakukan berbagai upaya untuk mengobati gangguan tersebut.

Selain mengenal penyebabnya, kita juga perlu tahu bahwa disfungsi ereksi memiliki gejala tertentu dan tidak semua orang sama.

Perlu diketahui dulu bahwa disfungsi ereksi sering menimpa pada pria berusia lanjut, tetapi juga pada mereka di bawah usia 60 tahun.

Gejalanya pun beragam, tetapi rata-rata mengalami hal di bawah ini:

  • Tidak mampu ereksi sampai hubungan seks benar-benar berakhir, sehingga pasangan merasa kecewa karena merasa belum mencapai puncak klimaksnya.
  • Kondisi psikologis. Bisa saja karena tekanan kerja, lalu mood yang buruk hingga Mr.P tidak memberikan reaksi apa pun meski sudah dirangsang.
  • Tidak adanya hasrat seksual pada pasangan.
  • Ereksi terjadi sesekali saja, selanjutnya lebih sering bermasalah

Disfungsi ereksi memang bukan masalah serius, tetapi kalau berlangsung terlalu lama dan tidak segera diobati maka bisa mematikan masa depan pria. Terlebih ketika ia sedang hangat-hangatnya berumah tangga.

Ukuran harmonis atau tidaknya sebuah keluarga juga bisa dikur dari kualitas hubungan seksual antara suami dan istri. Apabila mempertahankan ereksi saja pria tidak mampu, lalu bagaimana wanita akan menyalurkan gairah seksulanya?

Oleh karena itu, seorang pria dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter supaya mendapatkan penanganan lebih lanjut. Ia juga bisa berkonsultasi dengan istri, sehingga titik permasalahannya bisa ditemukan secepat mungkin.

Andaikata ingin menghemat pengeluaran dengan cara lebih aman dan sehat, maka impotensi bisa diobati dengan Herbastamin. Komponen herbal tersebut terbukti memperbaiki berbagai penyakit yang berkaitan dengan seksualitas pria. Bahkan gairah pria bisa bertambah dalam sekejap.

Selain itu jenis lain seperti obat kuat alami juga bisa digunakan untuk menambah dan memperbaiki hubungan pria dan  wanita di atas ranjang. Memang untuk pencegahan, sebaiknya setiap pasangan yang sudah menginjak lansia harus mengubah pola hidupnya. Dimulai dari menjaga pola makan, mengatur waktu olah raga, sering merawat alat vital dengan baik. Bisa menggunakan obat-batan herbal yang bisa diperoleh secara mudah di online shop.

Nah, bagi Anda, terkhusus pria yang tidak ingin terkena impotensi maka sebaiknya jauhi hal-hal yang bisa berdampak buruk bagi kesehatan, seperti mulai berhenti merokok, menjaga asupan gula, serta cepat bicarakan masalah dengan pasangan sehingga stress dapat diminimalisir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *