Manfaat Sambiloto

Manfaat Sambiloto

Demi menyembuhkan asam urat, beberapa orang memilih untuk melakukan pengobatan terbaik yang mereka bisa. Mulai dari memanfaatkan tumbuhan herbal hingga berobat ke dokter.

Asam urat bisa tinggi dikarenakan terlalu banyak mengonsumsi daging-dagingan, seafood, makanan instan, dan biji-bijian. Saking banyaknya dan tidak terkontrol, terjadilah penumpukan zat purin yang dihasilkan dari makanan-makanan tersebut. Akibatnya, purin tersebut membentuk kristal dan mengendap di dalam sendi (biasanya di sendi kaki maupun tangan) yang menyebabkan penderitanya merasa nyeri luar biasa seperti rematik. Nah, rasa nyeri ini biasa disebut dengan radang atau nyeri sendi.

Rasa nyeri itu juga tidak bisa hilang begitu saja tanpa diobati. Sebab, sejatinya kadar asam urat harus dikurangi atau dinetralkan. Untuk, menyembuhkannya diperlukan obat asam urat yang bisa menghilangkan rasa sakit tersebut secepat mungkin. Makanya, setelah diteliti selama beberapa kali, sejumlah studi menemukan kalau daun sambiloto bisa menjadi obat asam urat.

Dalam daun sambiloto, setidaknya terkandung zat seperti andrografin, panikolin, alkane, keton, diterpen lakton andrografolida yang berfungsi mengusir berbagai penyakit. Kandungan alkane, keton, dan lainnya itulah yang mampu mengusir nyeri akibat asam urat.

Penyebutan sambiloto memang masih agak asing di telinga, tetapi penduduk Jawa dari zaman lampau mengenal tumbuhan ini dengan nama ‘bidara’ atau ‘sambiloto’. Akan tetapi, di beberapa kota lain, nama sambiloto tidak terlalu populer. Misalnya saja orang Sunda menyebutnya sebagai Ki oray dan orang Madura memberi nama Pepaitan karena rasanya yang pahit. Walau berbeda nama, khasiatnya tetap sama. Cara pembuatannya pun terbilang mudah jika hendak dijadikan obat.

  1. Siapkan 5-10 gram daun sambiloto yang sudah kering dan dicuci bersih
  2. 8 gram temulawak kering dan sudah dicuci hingga bersih
  3. 8 gram daun Kompri kering dan 1 gram lada. Daun kompri ini mirip seperti sawi tanah yang berciri tinggi, pangkal runcing, buah bulat, dan daun mudanya bisa dimakan sebagai sayur. Tidak jauh berbeda dengan sambiloto, daun kompri ini biasa digunakan untuk mengobati rematik, pegal, linu, radang usus, dan lainnya.
  4. Campur semua bahan menjadi satu dalam wadah, kemudian rebus menggunakan 6 gelas air.
  5. Tunggu sampai warna air berubah dan air agak menyusut. Kalau volume air sudah berkurang, maka api siap dimatikan.
  6. Tunggu hingga air rebusan dingin atau masih hangat suam-suam kuku.
  7. Saring air hingga terpisah dengan sari-sari atau bahan utamanya. Setelah itu, barulah diminum. Minumlah satu gelas rebusan tanaman sambiloto sebanyak 3 kali dalam sehari,yakni pagi, siang, dan sore sebelum makan. Ingat, beri jeda antara minum obat herbal ini dengan waktu makan. Minimal 30 menit sebelum makan.
  8. Jika air masih tersisa, maka bisa pindahkan ke dalam botol kaca dan simpan di lemari es atau tempat dingin yang lebih aman.

Selain digunakan untuk menyembuhkan asam urat, sambiloto sebenarnya juga bisa:

  • Mencegah tumbuh dan berkembangnya sel-sel kanker dalam tubuh
  • Seperti daun kompri yang berfungsi untuk menghambat penyebaran virus HIV.
  • Anti inflamasi atau peradangan, sehingga cocok untuk mengobati sakit kulit dan sejenisnya.
  • Kandungan neonandrografolida dan andropolida dipercaya mampu mengurangi tingkat kecemasan.
  • Meminimalisasi terjadinya penyakit jantung dan orang yang biasa mengonsumsi sambiloto bisa terhindar dari penyakit jantung.
  • Melancarkan aliran pembuluh darah dalam tubuh.

Meski sambiloto bisa dijadikan sebagai obat utama maupun alternatif, bentuk pencegahan dan perawatan asam urat lebih penting. Tidak hanya mengandalkan obat, tetapi juga harus mulai menjaga gaya hidup sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *