Gambar Pohon Aren

Pohon Aren

Budidaya pohon aren merupakan salah satu cara untuk memanfaatkan pekarangan atau lahan kosong yang belum produktif. Sayangnya belum banyak yang mengetahui cara budidaya tanaman yang satu ini. Jika Anda ingin mencoba, berikut ini adalah langkah-langkah untuk budidaya aren.

Pembibitan Pohon Aren

Pembibitan untuk budidaya aren bisa dilakukan melalui 2 cara yakni dengan bii dan permudaan alam. Untuk mendapatkan bibit dengan teknik permudaan yakni dengan bantuan alam biasanya dibantu oleh musang. Hewan tersebut akan memakan aren bersama bijinya dan biji aren nanti akan keluar bersama kotoran musang.

Dengan cara ini, bibit aren biasanya akan tumbuh secara berkelompok dan acak. Jika ingin memindahkannya, cabut pohon aren tersebut beserta tanahnya kemudian tanam di lahan yang telah disiapkan. Atau bibit tersebut dapat didiamkan lebih dulu sebelum ditanam dengan menanamnya di polybag selama 2 minggu.

Sementara itu teknik persemaian benih merupakan cara yang tepat untuk memperoleh bibit berkualitas unggul. Namun, cara semai ini memerlukan waktu yang lama. Anda dapat merendam biji aren dalam larutan HCL yang memiliki kepekatan 95%. Biji tersebut dapat direndam sekitar 20 menit. Atau biji tersebut juga dapat direndam dalam air panas yang suhunya sekitar 50 derajat selama 3 menit.

Media Semai Pohon Aren

Media semai untuk bibit aren dapat menggunakan polybag yang berukuran 20 x 25 cm. Medianya dapat berupa campuran tanah, pasir, dan kompos yaitu dengan perbandingan 1:1:3. Buat lubang pada polybag secukupnya agar memiliki drainase yang baik. Masukkan biji ke dalam polybag. Biji tersebut dapat ditanam sekitar ¾ bagian dari atas permukaan tanah dengan posisi lembaga menghadap bawah serta agak miring.

Bibit aren yang siap tanam memerlukan waktu penyemaian 12-15 bulan. Perawatan yang perlu dilakukan selama proses persemaian ini adalah dengan menyiramnya 2 kali sehari yakni pagi dan sore. Anda juga dapat menyiangi rumput atau gulma yang mengganggu pertumbuhan tanaman. Segera lakukan penanggulangan jika tanaman terindikasi terserang hama atau penyakit.

Penanaman Pohon Aren

Penanaman aren biasanya dilakukan dengan sistem tumpangsari dan monokultur. Untuk sistem multikultur dilakukan dengan membersihkan lapangan gulma dan mencangkul lahan. Buat lubang berukuran 30 x 30 x 30 cm. Jarak antar lubang dapat dibuat 5 x 5 meter. Agar tanaman cepat tumbuh, lubang tanam dapat diberi campuran pupuk kandang, tanah, TSP, dan urea sekitar 5 hari setelah lubang tanam dibuat. Bibit aren yang baru saja ditanam perlu diberi naungan agar tidak layu.

Pemeliharaan Pohon Aren

Aren merupakan tanaman yang sering diserang hama. Anda dapat mengendalikannya dengan menebang/membakar pohon aren yang sudah diserang hama. Atau cara lainnya adalah menyemprot pestisida BHC, Diazonin 10 gram, dan Heptachlor 10 gram. Penyakit bercak kuning pada aren dapat diatasi dengan pemberian fungisida Delsene NX 200 dan Dithane N-45. Pemupukan pada aren dapat dilakukan ketika tanaman sudah berumur 1-3 tahun. Pupuk tersebut ditaburkan di sekitar batang aren yang tanahnya sudah digemburkan lebih dulu.

Semua bagian aren sebenarnya dapat dimanfaatkan mulai dari batang aren, nira, dan buahnya yaitu kolang-kaling. Bagaimana, tertarik untuk budidaya aren?